Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Asteroid "Gagal" Hantam Bumi di 2012

Kabar mengenai meluncurnya asteroid raksasa yang konon akan menghantam Bumi di 2012, ternyata hanya isapan jempol belaka. Ilmuwan mengatakan, asteroid 2011 AG5 yang sebelumnya diklaim berpotensi merusak Bumi, kabarnya tidak akan mengancam Bumi hingga 2040.

Batu luar angkasa berukuran lebar 140 meter itu telah menjadi pembicaraan hangat dan ramai diberitakan. Temuan menunjukkan asteroid besar ini memiliki kemungkinan menabrak Bumi sebesar 0,2 persen di 2040.

Peneliti dan astronom dari University of Hawaii di Manoa berupaya memastikan laju orbit asteroid tidak akan sampai menghantam Bumi. Asteroid 2011 AG5 diketahui berjarak 890 ribu kilometer (550 ribu mil).

Jarak tersebut setara dengan lebih dari dua kali lipat jarak Bumi dengan Bulan. Pada skala kosmik, jarak tersebut dianggap dekat. Namun, asteroid tersebut diyakini tidak akan memberikan dampak buruk apapun terhadap Bumi.

Astronom dari University of Hawaii Institute for Astronomy (IfA), David Tholen, Richard Wainscoat dan Marco Micheli, mengumpulkan data lintasan asteroid baru melalui teleskop luar angkasa Gemini North di Mauna Kea, Hawaii. Data ini kemudian diberikan kepada NASA Near-Earth Object Program Office di Jet Propulsion Laboratory, California.

"Risiko tabrakan asteroid di 2040 telah dihilangkan," tulis IfA melalui pernyataan resminya, seperti dikutip Discovery, Minggu (23/12/2012). Astronom saat ini mengatakan bahwa asteroid 2011 AG5 tidak akan menabrkan Bumi di Februari 2040.
»»  Read More

Rabu, 19 Desember 2012

5 Kemungkinan Dunia Berakhir di 21/12/2012


CALIFORNIA - Banyak yang menyangkal terjadinya kiamat di 2012. Banyak juga di antara kalangan ilmuwan yang memperdebatkan perihal berakhirnya dunia di tahun ini.
Dilansir Ibtimes, Rabu (19/12/2012), banyak pula orang yang ingin tahu tentang kalender suku Maya 2012, yang menyebut-nyebut dunia akan terhenti di Jumat, 21 Desember 2012. NASA telah bertindak untuk memberikan penjelasan bahwa tiada kiamat yang terjadi di 2012.
Ada lima prediksi yang mengungkap kemungkinan Bumi akan mengalami "keguncangan". Ini melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fenomena alam yang dapat terjadi di bulan ini.
1. Erupsi gunung api, seperti diketahui erupsi gunung api berkontribusi besar terhadap kepunahan massal. Peristiwa ini juga yang menjadi salah satu penyebab punahnya hewan purba di 65 juta tahun lalu. Kabarnya, kuatnya erupsi vulkanik akan mampu menimbulkan tsunami.
2. Serangan teroris bisa terjadi kapanpun, termasuk di tanggal 21/12/2012. Mereka juga kemungkinan menimbulkan ancaman bagi negara-negara mereka yang memiliki perbedaan pendapat. Aksi percekcokan ini juga bisa diwujudkan dalam perang biologis, atau invasi kota yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.
3. Adanya tubrukan asteroid, disebut-sebut mampu menghancurkan sebagian atau keseluruhan dari sebuah planet. Asteroid menjadi benda luar angkasa yang paling mungkin dapat menubruk planet, tak terkecuali Bumi. Asteroid bisa dideteksi oleh NASA, namun bila ada asteroid dengan bentuknya yang hampir menyerupai Bumi, maka benda tersebut tidak akan dapat dihentikan.
4. Badai Matahari, merupakan bagian dari aktivitas siklus Matahari. Konon, badai Matahari dengan tingkatan termaksimal akan terjadi di 2012 sampai dengan 2014. Meskipun NASA menegaskan fenomena tersebut tidak akan membahayakan Bumi, namun tidak ada seorangpun yang tahu.
5. Komet yang melesat mampu mencapai kecepatan hampir 100.000 mph dan kecepatan akan semakin berlipat karena efek gravitasi planet. Semakin cepat objek itu meluncur, maka semakin memperburuk permukaan planet yang dihantamnya. Meskipun demikian, menemukan komet di luar sistem Tata Surya adalah sangat sulit, karena benda luar angkasa ini hampir tak terlihat atau gelap

»»  Read More

Sabtu, 28 April 2012

Awas, Ayam Berubah Jadi Kanibal

Sekitar tiga ribu ayam broiler menjadi bagian dari proyek Siyaphambili upliftment (peningkatan) yang diusung pemerintah wilayah Piet Retief di Mpumalanga, Afrika Selatan. Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA) menaruh perhatian pada ayam di wilayah itu, karena hewan unggas tersebut dikabarkan berubah menjadi kanibal.

Dilansir Iafrica, Senin (23/4/2012), dewan otoritas African National Congress (ANC), Lungisiswe Mkwanazi mengatakan bahwa proyek upliftment itu diprakarsai oleh Department of Agriculture yang bertempat di Mpumalanga. Nhlanha Mavuso selaku ketua proyek tersebut mengatakan, pemerintah memasok ayam dan makanan serta mengadakan perjanjian terhadap rumah sakit setempat untuk membeli unggas.

Kabarnya, rumah sakit hanya membeli ayam satu kali, tetapi tidak semua ayam terjual. Sehingga, pemilik ayam kehabisan uang dalam pemeliharaan hewan unggas tersebut dan mereka tidak bisa membeli pakan ayam.

Inspektur peternakan Nazareth Appalsamy mengatakan, ayam broiler itu mengalami desperate atau nekat memakan satu sama lain. Itu merupakan contoh terburuk dari kanibalisme serta kekejaman yang pernah ia lihat sepanjang karirnya.

Melalui harian Beeld melaporkan, Nazareth dan tiga rekan bekerja sejak pekan lalu untuk menempatkan hewan unggas itu keluar dari penderitaannya. Polisi diharapkan bisa menangani permasalahan ini karena proyek upliftment itu justru menghasilkan ayam-ayam yang 'tidak wajar'.

Hal ini tampaknya akan menjadi bahan penelitian bagi para ilmuwan. Karena peristiwa ini teramat jarang ditemukan, perubahan yang dialami ayam akibat ketidaktersedianya makanan sehingga menjadikan mereka kanibal dengan memakan satu sama lain
»»  Read More

Jumat, 20 Januari 2012

Kecanduan Smartphone Bikin Stres Makin Tinggi

Ketika tidak ada pesan yang masuk ke ponsel cerdasnya, orang yang menderita kecanduan smartphone akan merasakan stres. Pecandu biasanya juga merasa terobsesi untuk mengecek keberadaan pesan masuk.

Dilansir InternationalBusinessTimes, Minggu (15/1/2012), selain itu, para peneliti dari University of Worcester juga menemukan bahwa beberapa pengguna bahkan merasakan 'getaran gaib', yaitu ponsel cerdasnya seolah-olah bergetar padahal tidak ada panggilan atau pesan yang masuk.

Saat ini ponsel cerdas yang menawarkan akses cepat dan mudah menuju internet, telah makin banyak digunakan untuk membantu kapasitas profesional penggunanya. Namun yang menjadi pemicu stres pada pecandu smartphone adalah penggunaannya dalam ranah  pribadi, misalnya untuk memonitor jejaring sosial dan berita. Jadi bukan disebabkan oleh kapasitas profesional pekerjaannya.

"Ponsel cerdas makin sering digunakan untuk membantu orang tetap bersentuhan dengan berbagai aspek kehidupan mereka. Namun makin sering menggunakannya, kita akan makin merasakan sedikit ketergantungan terhadap alat tersebut, dan sebenarnya malah menimbulkan stres," tandas Richard Balding, psikolog di Department of Psychology University of Worcester, sekaligus penulis penelitian tersebut.

Menurut Balding, sekarang banyak orang yang memiliki smartphone sehingga cukup menakutkan melihat efek yang ditimbulkan pada kehidupan penggunanya serta jumlah waktu yang dihabiskan untuk ponsel cerdas tersebut. Jumlah waktu itu semakin meningkat dan ikut meningkat seiring bertambahnya aplikasi baru.

"ini tentang cara menimbang baik atau buruk, dan mengambil jalan tengah dengan penggunaan yang moderat. Lewat penelitian ini, saya menemukan bahwa pengguna mengidap ketergantungan pada ponsel cerdas miliknya, dan mereka menderita rasa terasing ketika tidak mendapat pesan atau ponsel cerdasnya tidak berbunyi," tambahnya.
»»  Read More

Patah Hati Berisiko Jadi Serangan Jantung

Siapapun bisa merasakan patah hati, tapi tahukah Anda bila patah hati akibat kehilangan orang yang sangat dikasihi bisa meningkatkan risiko serangan jantung? Sebuah penelitian menemukan bahwa risiko serangan jantung meningkat delapan kali lipat di atas normal.

Diwartakan Live Science, Senin (16/1/2012), risiko setinggi delapan kali lipat tersebut terjadi pada minggu pertama kehilangan orang yang dikasihi. Meskipun pelahan, seiring dengan waktu risiko itu akan kembali normal, kemungkinan terjadinya serangan jantung akan tetap tinggi setidaknya selama sebulan setelah peristiwa kehilangan.

"Duka cita dan kesedihan berkaitan dengan meningkatnya rasa depresi, kecemasan, dan kemarahan. Sedangkan kondisi tersebut bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, serta menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Semua hal tersebut bisa jadi pemicu serangan jantung," terang Elizabeth Mostofsky dari Cardiovascular Epidemological unit di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), di Boston.

Para peneliti mewawancarai sekira 2.000 pasien yang mengalami serangan jantung atau myocardial infarctions, dalam periode lebih dari lima tahun.Pasien-pasien tersebut menjawab pertanyaan tentang peristiwa yang berpotensi memicu serangan jantung, misalnya kehilangan orang terdekat mereka di masa lalunya.

"Beberapa orang akan mengatakan patah hati yang direspon dengan kesedihan memicu perubahan fisiologis. Jadi, rasa emosional dari patah hati tersebut bisa benar-benar menimbulkan kerusakan yang memicu serangan jantung," kata Muray Mittleman, pimpinan Cardiovascular Epidemiological Research Program di BIDMC.

Intervensi psikologis yang tepat, penting untuk membantu menurunkan risiko serangan jantung pada orang yang mengalami kesedihan mendalam. Menurut Mostofsky, merupakan sesuatu yang logis jika dukungan sosial pada masa-masa rapuh bisa membantu mencegah risiko serangan jantung.

"Dokter, pasien, dan keluarga harus menyadari risiko ini dan meyakinkan bahwa kebutuhan fisik dan medis orang yang sedang bersedih telah dipenuhi. Dan jika seseorang menunjukkan gejala yang dikhawatirkan awal serangan jantung, kita perlu bertindak serius dan memastikan pasien diberi perawatan dan evaluasi yang tepat," tambah Mittleman.
»»  Read More

Ilmuwan Temukan Rasa Keenam di Lidah Manusia

Para ilmuwan telah menemukan dasar rasa keenam, yang bisa dideteksi oleh lidah manusia yakni lemak.

Selama beberapa generasi, para ilmuwan berpikir bahwa lidah manusia hanya bisa mendeteksi empat dasar rasa, yaitu manis, asam, garam dan pahit. Kemudian gurih (umami) sebagai dasar rasa kelima telah ditemukan. Baru-baru ini peneliti juga telah mengidentifikasi rasa keenam yakni lemak.

Sebuah tim di Amerika Serikat telah menemukan sebuah reseptor kimia, dalam pengecap di lidah yang mengakui molekul lemak dan menemukan bahwa sensitivitas bervariasi antara individu. Temuan ini mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang mengkonsumsi lebih banyak makanan berlemak, karena mereka kurang menyadari rasa saat mereka makan.

Para peneliti berharap penemuan mereka dapat dimanfaatkan, untuk memerangi obesitas dengan meningkatkan sensitivitas masyarakat terhadap lemak dalam makanan mereka. Terlepas rasa dasar, aspek lain dari rasa makanan sebenarnya berasal dari bau dan yang terdeteksi di hidung.

Tim peneliti dari sekolah kedokteran di Wahington University, St Louis menunjukkan bahwa orang dengan lebih banyak reseptor yang disebut dengan CD36 lebih baik dalam mendeteksi kehadiran lemak dalam makanan. Mereka menemukan bahwa, variasi dalam gen yang menghasilkan CD36 membuat orang lebih atau kurang sensifit terhadap kehadiran lemak.

"Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana persepsi lemak kita dalam makanan dapat mempengaruhi makanan apa yang kita makan dan kualitas lemak yang kita konsumsi," ujar Profesor Nada Abumrad, pemimpin penelitian seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (17/1/2012).

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research, menemukan bahwa mereka yang dengan setengah dari CD36 delapan kali kurang sensitif terhadap kehadiran lemak.

Yanina Pepino, yang juga melakukan penelitian menambahkan, "Jika kita mengikuti hasil pada hewan, diet tinggi lemak akan mengakibatkan produksi CD36 berkurang, dan pada akhirnya bisa membuat orang kurang peka terhadap lemak."

"Dari hasil penelitian ini, kita akan berpendapat bahwa orang dengan obesitas mungkin bisa mengurangi protein CD36. Jadi tampaknya logis bahwa, jumlah protein yang kita buat dapat dimodifikasi, baik oleh genetika seseorang dan oleh pola makanan yang mereka makan," pungkasnya.
»»  Read More

Minggu, 15 Januari 2012

Tumbuhan Pemakan Cacing

Para ilmuwan menemukan sebuah tanaman di Brazil, memiliki kemampuan menjebak cacing tanah memakai daun-daunnya yang lengket dan berada di bawah tanah.

Tumbuhan bernama latin Philcoxia minensis tersebut adalah tumbuhan karnivora pertama, yang diketahui menjebak dan memakan mangsanya di dalam tanah. Demikian diwartakan InternationalBusinessTimes, Kamis (12/1/2012).

Rafael Silva Oliveira dari State University of Campinas, bersama rekan-rekannya menyatakan mereka memiliki bukti bahwa tanaman tersebut tergolong karnivora, lewat perilakunya memangsa nematoda.

Philcoxia memiliki jaringan daun-daun kecil di bawah tanah, dengan ukuran sekira kepala peniti. Daun-daun tersebut mampu menyerap sinar matahari melalui tanah putih berpasir, dan mengandung kelenjar yang mengeluarkan lendir lengket untuk menjebak cacing kecil dan mencernanya.

"Biasanya kita memikirkan daun hanya sebagai organ fotosintesis, jadi pertama kali melihatnya, rasanya aneh ada tanaman yang meletakkan daunnya di bawah tanah yang kekurangan sinar matahari," kata Oliveira.

Untuk menguji kemampuan mencerna dan menyerap nutrisi dari nematoda, mereka menaruh cacing di atas daun bawah tanah tanaman tersebut. Analisis kimia terhadap daun-daun yang tertutupi oleh nematoda mengungkap keberadaan nitrogen-15 dalam kadar yang signifikan. Ini menunjukkan tanaman tersebut mencerna dan menyerap cacing.

Para ilmuwan tersebut, mendetilkan penemuannya dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
»»  Read More

Selasa, 06 Desember 2011

Tokyo Bangun Hutan di Atas Laut

Sepanjang teluk Tokyo terjadi sebuah penghijauan yang tidak biasa. Lahan reklamasi seluas 88 hektar di sana akan diubah menjadi hutan lebat dengan kapasitas sekira setengah juta pohon.

Proyek penghijauan yang disebut "Umi no Mori" atau "Hutan Laut" ini dipimpin oleh seorang arsitek bernama Tadao Ando. Area reklamasi yang akan dijadikan hutan itu, semula berupa gundukan lapisan sampah setebal 30 meter, yang berasal dari 12,3 juta ton limbah rumah tangga Tokyo dari tahun 1973 sampai 1987.

"Umi-no-Mori akan menjadi simbol masyarakat berorientasi daur ulang millik kita. Melalui simbol tersebut, kami berharap, Jepang yang memiliki tradisi hidup berdampingan dengan alam dan dapat memperlihatkan pada dunia, tentang betapa pentingnya hidup harmonis bersama lingkungan," kata Ando.

Mengubah limbah menjadi sebuah surga hijau bukanlah tugas yang sederhana. Ini akan menjadi upaya yang melibatkan komunitas-komunitas di masyarakat, yaitu mereka yang bertujuan mengajar orang lain tentang nilai sebuah lingkungan hijau perkotaan, serta menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab untuk ruang publik dalam dirinya.

Seperti diwartakan AsahiShinbun, Senin (5/12/2011), Ando tidak hanya meminta 1.000 yen (USD12,80) sumbangan dari 500.000 orang, untuk mendanai proyek tersebut. Ia juga meminta mereka untuk turut bekerja mewujudkan "Hutan Laut".

Sejak 2007 silam, sekitar 10.000 relawan telah menanam bibit, dari hasil budidaya benih yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar.

Karena model pembangunan tanah berbasis pasar biasanya bekerja dengan rancangan bangunan yang hanya bertahan selama 20 tahun, dalam ukuran Tokyo, ini adalah sebuah proyek visioner yang tidak biasa.

Proyek yang dipublikasikan dengan slogan, "Not for us, but for our children" tersebut akan terus berlanjut sampai 2016 dan membutuhkan waktu selama 30 tahun agar pohon-pohon yang telah ditanam menjadi dewasa. Pada saat itu, area "Umi no Mori" tersebut telah menjadi hutan hijau yang sebenarnya.
»»  Read More

Selasa, 08 November 2011

Nyamuk Hasil Rekayasa Bantu Atasi Demam Berdarah....

Tim ilmiah Inggris, menyatakan nyamuk hasil rekayasa genetika secara efektif dapat menanggulangi demam berdarah. Tidak hanya demam berdarah, tapi serangga lain yang menyebabkan penyakit.

Seperti dilansir BBC, Senin (31/10/2011), nyamuk-nyamuk jantan dimodifikasi, sehingga keturunan mereka mati sebelum bereproduksi.

Di Kepulauan Cayman yang terkena demam berdarah, peneliti menemukan nyamuk hasil rekayasa berhasil dikawinkan dengan betina liar. Demam berdarah disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan Aedes aegypti.

Dalam jurnal Nature Biotechnology, mereka mengatakan proses perkawinan tersebut sebelumnya belum terbukti di alam liar, dan bisa mengurangi jumlah nyamuk pembawa penyakit.

Organisasi kesehatan dunia (WHO), memperkirakan ada 50 juta kasus setiap tahun. Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mengatasinya.

Kini pada studi terbaru tahun 2009, sekelompok ilmuwan dari Imperal College london dan Liverpool School of Tropical Medicine, merilis hasil penelitian dari wilayah kepulauan Cayman .

Dalam studi tersebut, dikumpulkan beberapa proporsi telur yang kemudian menghasilkan gen. Hasil gen tersebut merupakan nyamuk biotek hasil perkawinan.

Nyamuk rekayasa terdiri dari 16 persen, dan ayah larva 10 persen. Hasil tersebut, secara signifikan tidaklah buruk.

Ahli demam berdarah WHO, Dr Raman Velayudhan mengatakan, "Ini merupakan studi pertama, yang menunjukkan populasi nyamuk bisa ditekan dengan cara ini."

Menyadari bahwa rekayasa genetika merupakan teknologi yang membawa resiko dan manfaat, WHO saat ini sedang menyelesaikan panduan.

Panduan tersebut tentang bagaimana nyamuk hasil rekayasa harus dikerahkan di negara-negara berkembang, dan diharapkan dapat dirilis akhir tahun ini.

"Kami tidak menganjurkan nyamuk hasil rekayasa, sebagai 'peluru ajaib' untuk menyelesaikan masalah demam berdarah secara langsung. Tapi hal terebut akan menjadi komponen besar dari suatu program terpadu," kata Direktur ilmiah Oxitec, Luke Alpey.
»»  Read More

Perokok Berisiko Tinggi Jadi Pecandu Kokain??

Para ilmuawan dari Colombia University mengklaim rokok merupakan awal mula penyebab orang memakai narkoba dan berisiko tinggi menjadi pencandu.

Mereka mengatakan rokok dan alkohol merupakan "pintu gerbang" yang mengarahkan seseorang untuk menggunakan ganja, kokain, ekstasi, dan obat terlarang lainnya. Demikian seperti dikutip TG Daily, Minggu (6/11/2011).

Sebuah artikel mengenai "Science Translational Medicine" yang ditulis Amir Levine, Denise Kandel, Eric Kandel, dan rekan lainnya di Columbia University Medical Center memberikan penjelasan molekuler mengenai urutan "pintu gerbang" seseorang yang akhirnya menggunakan narkoba.

Mereka mengklaim sudah menguji penemuan mereka di laboratorium terhadap tikus (yang memiliki struktur syaraf mirip manusia). Para ilmuwan menyebutkan nikotin merupakan penyebab perubahan dalam otak sehingga tidak berdaya ketika melawan kecanduan kokain.

Tingkat penggunaan nikotin dan kokain yang dianalisis menentukan sebuah rezim perlakukan awal nikotin secara dramatis terhadap perubahan respons pada konsumsi kokain yang berhubungan dengan perilaku kecanduan.

Berdasarkan hasil penelitian yang terinspirasi dari analisis baru dan data epidemiologi manusia menunjukan, pengguna kokain pada umumnya dimulai setelah mereka merokok dan hal ini berisiko tinggi membuat mereka menjadi pencandu.

"Penelitian ini menimbulkan pertanyaan menarik yang saat ini dapat digali lebih lanjut pada model binatang," ungkap Danise Kandel, salah satu penulis.

"Pertanyaannya meliputi, apakah alkohol dan ganja dapat membuat perangsangan dalam otak atau masuk dalam urutan 'pintu gerbang' penggunaan narkoba, seperti halnya nikotin? Kemudian, apakah setiap urutan menggunakan mekanisme yang berbeda?," lanjutnya.

Perlu diketahui penelitian epidemiologi dan data tidak membuktikan sebab-akibat. Keduanya hanya membuktikan adanya keterkaitan satu sama lain.

Artinya, penelitian ini menunjukkan ketergantungan kokain dapat dikaitkan dengan nikotin, tetapi penggunaan nikotin belum bisa dibuktikan secara pasti apakah dapat membuat orang kecanduan kokain.

"Hasil penelitian ini bertujuan untuk menciptakan program pencegahan yang efektif bagi kesehatan masyarakat terhadap bahaya nikotin, terutama bagi remaja," simpul para peneliti.
»»  Read More

Jumat, 04 November 2011

Main Game Tingkatkan Kemampuan Melihat

Sebuah penelitian baru menyimpulkan gejala amblyopia atau penurunan ketajaman penglihatan yang disebut 'mata malas' pada anak dapat dikurangi dengan cara memperhatikan gaya hidup, seperti bermain video game dan juga terapi pengobatan standar.

Dr. Somen Ghosh mengatakan sepertiga dari subjek penelitian yang melakuan terapi pengobatan yang disebutkan di atas merasa penglihatannya lebih baik. Mereka adalah anak dengan usia 10 hingga 18 tahun.

Sebenarnya penyakit amblyopia sulit didiagnosis dan disembuhkan sejak usia dini.

Namun, Pediatric Eye Disease Investigation Group (PEDIG) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), baru-baru ini melaporkan penyembuhan penglihatan secara signifikan pada anak pengidap amblyopia mencapai 27 persen dari 100 subjek penelitian.

Sementara 60 persen diantarannya merasa ada sedikit perubahan penglihatan yang berangsur membaik. Penelitian ini sebelumnya terselenggara berkat dukungan National Eye Institute.

Seperti dikutip TG Daily, Jumat (28/10/2011), peningkatan penglihatan secara signifikan pada anak terjadi karena mereka mengikuti dua metode pengobatan utama yang ditawarkan peneliti. Pertama adalah sering bermain video game dan metode keduanya ialah mengkonsumsi suplemen citicoline (yang terkait dengan peningkatan fungsi otak).

Suray Sen (16) yang mengalami gangguan amblyopia sejak berusia 13 tahun merasa ada perubahan yang signifikan setelah mengikuti metode penelitian ini dan dirinya masuk pada kelompok dengan metode bermain game.

"Awalnya sangat sulit bermain game menembak dengan kondisi mata yang saya miliki, tapi setelah beberapa bulan melakukannya saya merasa lebih baik dan mudah memaikan game tersebut," ungkap Sen.

"Saya merasa senang karena saat ini penglihatan saya telah banyak meningkat, sehingga kini saya tidak merasa kesulitan belajar, mengikuti ujian di sekolah dan permainan tenis saya juga ikut membaik. Saya sekarang merupakan pemain game PC yang aktif," tandasnya.

Dr Ghosh menambahkan kerja sama dengan pasien merupakan metode yang sangat penting, bahkan mungkin penting untuk kesuksesan pengobatan amblyopia
»»  Read More

Pornografi Vs Mandul

Penelitian terbaru menyatakan situs porno dapat menciptakan generasi muda yang putus asa ketika berada di kamar tidur.

Kehadiran gambar-gambar atau video pornografi yang terlihat lebih sensasional membuat anak muda tidak antusias ketika melakukan pertemuan dan bercumbu dengan teman kencannya secara biasa.

Ini dapat sebabkan terjadinya impotensi yang bukan lagi masalah pada pria yang sudah memasuki usia paruh baya, tetapi bisa melanda pria di masa produktif mereka.

Menurut laporan dari Psychology Today, hal tersebut sudah menjadi masalah umum dan melanda pria yang berusia 20 tahun. Mereka dianggap tidak mampu melakukan hubungan seks secara normal.

Laporan yang disebut 'Porno-Menyebabkan Disfungsi Seksual Meningkatkan Masalah', menjelaskan hilangnya libido di usia sebelum 30 tahun disebabkan reaksi tubuh yang terus menerus menyaksikan kenikmatan seksual secara berulang kali dengan melihat gambar pornografi di internet.

Otak manusia akan kehilangan kemampuan untuk merespon sinyal dopamin, artinya pornografi dapat meningkatkan permintaan pengguna dalam hal pengalaman yang semakin ekstrim untuk membangkitkan gairah seksnya.

"Kata-kata erotis, gambar dan video yang dikonsumsi dalam waktu yang lama melalui internet memungkinakan aliran dopamin tak akan pernah berakhir," ungkap Marnia Robinson, penulis laporan ini seperti dikutip Daily Mail, Minggu (23/10/2011).

"Merupakan suatu kewajaran ketika mereka mencoba melakukan hubungan seks yang sebenarnya, namun mereka gagal untuk meningkatkan gairah seksnya," lanjutnya.

"Kebanyakan pria tidak menyangka konsumsi terhadap pornografi dapat menjadi sumber masalah kualitas seksual mereka. Sebaliknya banyak yang meyakini bahwa disfungsi seksual pada usia 20 tahun merupakan suatu yang normal," jelasnya.

Robinson juga mengatakan pemulihan bisa dilakukan dalam beberapa bulan dengan memberikan otak kesempatan untuk 'reboot' dan dengan menghindari pornografi sepenuhnya.

Kemungkinan besar pecandu pornografi akan mengalami kehilangan libido sementara, insomnia, kepanikan, putus asa, gangguan konsentrasi, dan bahkan gejala seperti flu
»»  Read More

Selasa, 25 Oktober 2011

Astronom Dapatkan Gambar Pembentukan Planet

HONOLULU - Para Astronom telah berhasil menangkap gambar dari sebuah planet yang baru lahir.

Adam Kraus dari University of Hawaii's Institute for Astronomy, mengatakan bahwa planet tersebut terbentuk dari debu dan gas yang mengelilingi sebuah bintang berusia 2 juta tahun, sekira 450 tahun cahaya dari bumi.

Seperti dilansir News Yahoo, Jumat (21/10/2011), planet tersebut, didasarkan pada model ilmiah tentang bagaimana planet-planet terbentuk. Diperkirakan telah mulai membuat bentuknya sekitar 50 ribu sampai 100 ribu tahun yang lalu.

Diberi nama LkCa 15 b, planet itu merupakan planet termuda yang pernah diamati, sedangkan pemegang rekor sebelumnya sekira lima tahun lebih tua.

Krau dan rekannya Micheal Ireland, dari Macquarie University and the Australian Astronomical Observatory, menggunakan teleskop Keck di Mauna Kea untuk menemukan planet ini.

"Kami menangkap obyek ini pada waktu yang sempurna. Kita milihat bintang muda ini, memiliki piringan disekitar planet, yang mungkin terbentuk dari itu dan kami melihat sesuatu yang ada tepat ditengah-tengah piringan itu," kata Kraus.

Kraus mempresentasikan penemuannya di NASA's Goddard Space Flight Center di Maryland pada hari Rabu. Makalah mengenai penemuan penelitian Kraus dan Ireland akan segera muncul di The Astrophysical Journa
»»  Read More

Jumat, 14 Oktober 2011

Kurang Konsumsi Daging "Kecerdasan Anak Terancam"

MENURUT data Direktorat Jenderal Peternakan 2007, konsumsi daging masyarakat Indonesia rata-rata hanya 0,53 kg per kapita setahun. Ini sebabnya banyak anak Indonesia menderita anemia.

Indonesia termasuk salah satu negara yang penduduknya banyak menderita kekurangan zat besi atau anemia. Kasus ini terutama terjadi pada anak-anak karena kurangnya mengonsumsi daging berikut olahannya.

Padahal, standar internasional Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2008 menetapkan konsumsi rata-rata daging segar adalah 33 kg per kapita setahun. Bicara konsumsi terbaik, kandungan zat besi paling banyak terdapat pada daging sapi. Sayang, kebanyakan anak tidak suka mengonsumsinya.

"Menurut survei yang dilakukan pada September 2011, daging sapi tidak termasuk sumber protein yang disukai anak-anak. Mereka lebih menyukai rasa yang lebih lembut, seperti ikan, telur, dan daging ayam," ungkap Isye Iriani selaku Country Representative Meat & Livestock Australia (MLA) di Indonesia saat ditemui di acara “Let's Cook Beef Well to Help Kids Healthy and Smart” di Energy Cafe, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2011).

Ia menambahkan, bila anak-anak Indonesia kurang mengonsumsi daging sapi maupun olahannya, tanpa disadari secara perlahan mereka akan kekurangan zat besi. Kondisi anemia ini bila tidak ditangani akan berujung pada rendahnya kecerdasan intelektual anak.

"Kurangnya asupan zat besi sebagai salah satu zat gizi mikro yang sangat penting dan itu dapat menyebabkan suatu kondisi di mana terjadi penurunan kadar hemoglobin," tutupnya.
»»  Read More

Vitamin D Vs Penyakit TBC

Tim peneliti internasional termasuk para ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan vitamin D selain dapat membantu pembentukan tulang, juga dapat membentuk kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, seperti tuberkulosis (TBC).

TBC merupakan penyakit paru-paru yang dapat berpotensi fatal. Penyakit ini telah menyebabkan kematian dengan jumlah perkiraan setiap tahunnya sebesar 1,8 juta jiwa.

World Health Organization (WHO) sebagai organisasi kesehatan dunia menyatakan penyebab utama yang menyebabkan kematian, karena kekebalan tubuh mereka berkurang, seperti orang yang terinfeksi HIV.

Dalam sebuah kesimpulan menarik, ternyata orang yang memiliki kulit lebih gelap berisiko lebih tinggi mengidap TBC di daerah Afrika masih mendominasi tingkat infeksi TBC tertinggi di dunia. Para ilmuwan berpendapat ini disebabkan pigmen kulit atau melanin yang lebih tinggi. Meskipun kadar melanin berlimpah pada kulit yang lebih gelap untuk melindungi tubuh dari sinar ultraviolet, namun hal tersebut dapat mengurangi produksi vitamin D dalam tubuh. Demikian seperti dikutip Machines Like Us, Kamis (13/10/2011).

Secara alami, vitamin D memang diketahui berperan dalam pembentukan dan penguatan tulang, tetapi vitamin tersebut juga dapat melindungi tubuh dari kanker dan melawan infeksi.

Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan secara online di jurnal Science Translational Medicine edisi 12 Oktober, peneliti memeriksa mekanisme yang mengatur kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan patogen seperti Myobacterium tuberculosis atau bakteri yang menyebabkan TBC.

"Sel darah putih memaikan peran sentral dalam proses kekebalan dan melepaskan protein yang disebut interferon-g yang memicu hubungan antara sel dan mengarahkan sel imun yang terinfeksi untuk menyerang bakteri TBC. Namun aktivitas ini membutuhkan tingkat vitamin D yang cukum agar lebih efektif," ungkap para peneliti.

Peneliti selanjutnya menguji serum yang diambil dari sampel darah pada manusia yang sehat, baik dengan atau  tanpa tingkat kecukupan vitamin D. Mereka menemukan bahwa respon kekebalan tidak memicu dalam serum dengan kadar vitamin D rendah, seperti yang ditemukan terhadap orang Amerika yang berasal dari Afrika. Tapi, ketika vitamin D ditambahkan ke serum dengan tingkat yang rendah tersebut, respon imun dapat diaktifkan kembali secara efektif.
»»  Read More

Jepang Ciptakan 'Fotokopi Manusia'

Sesuatu yang baru hadir di pasaran, sebuah perusahaan Jepang bernama Real-f menawarkan ke konsumen kesempatan untuk melihat wajahnya sendiri melalui sebuah replika.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (13/10/2011), dengan uang sebesar USD3.920, pengguna bisa membuat sebuah replika wajah asli mereka. Real-f akan mengambil gambar 3D dari wajah konsumen, untuk kemudian menjadikannya sebuah model 3D yang terbuat dari bahan vinyl chloride.

Model wajah 3D yang dibuat oleh Real-f bernama 3 Dimensional Photo Form (3DPF). Jika wajah saja tidak cukup, maka konsumen juga bisa minta ke Real-f untuk membuatkan replika 3D dari kepala penuh dan bahu.

Perusahaan asal Jepang itu sendiri mendeskripsikan teknologi yang mereka terapkan sebagai 'fotokopi manusia'.

Meski bukanlah perusahaan pertama yang menawarkan jasa pembuatan topeng manusia, namun hasil yang buat oleh Real-f merupakan yang paling realistik hingga saat ini.

"Teknologi kami terus maju, dari yang tadinya monokrom menjadi berwarna. Saat ini adalah eranya efeek stereoscopic 3D," ungkap pihak Real-f.

Untuk pengiriman barang, pihak Real-f mengatakan bahwa membutuhkan waktu dua pekan untuk mengirim barang pesanan ke konsumen
»»  Read More

Selasa, 04 Oktober 2011

Global Warming Akibatkan Bumi Jadi 'Gemuk'

Bobot Bumi menjadi lebih berat karena adanya pencairan es yang terjadi, sehingga lingkar Bumi bertambah. Hal tersebut disebabkan adanya pemanasan global atau sering disebut Global Warming.

"Pencairan es di Antartika dan Greenland menjadi pemicu utama penambahan volume air ke lautan dan tambahan air tersebut ditarik ke arah khatulistiwa. Ini menyebabkan penambahan di bagian lingkar terluas dari planet kita," ujar para ilmuwan, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (8/7/2011).

Padahal, Bumi telah 'sliming down atau menurunkan bobotnya' setelah zaman es berakhir sekitar 20 ribu tahun yang lalu.

Selama periode geologi jangka panjang pengurangan suhu permukaan bumi dan atmosfer mengakibatkan berat lapisan es begitu besar, sehingga keduanya berubah bentuk. Kerak bumi dan mantel menghasilkan tonjolan di bagian tengah. Sebenarnya Bumi tidak sepenuhnya bulat, tanah di Kutub Utara beberapa kilometer lebih dekat ke inti bumi, ketimbang tanah di Khatulistiwa.

Hal ini diyakini sebagai efek pantulan dari zaman es yang akan menyebabkan planet kita menjadi lebih bulat dari bola yang sempurna.

"Tonjolan pada Ekuator telah menyusut kurang dari satu milimeter setiap tahunnya," menurut National Geographic.

Ada sesuatu hal lain yang terjadi yaitu kompensasi (menyusutnya ketebalan bumi)," ujar John Wahr, seorang ahli geofisika di University of Colorado.

Tingkat pencairan es di Kutub Utara dan Selatan, saat ini totalnya mencapai 382 miliar ton es per tahun. Inilah yang menyebabkan bobot Bumi menjadi 'lebih gemuk'
»»  Read More

Menyusutnya Hewan Akibat Pemanasan Global

Para peneliti Inggris menyebutkan bahwa banyak spesies hewan bisa menyusut dalam ukuran fisik sebagai konsekuensi tak terduga dari pemanasan global.

Peneliti Queen Mary dari University of London mengaku berhasil menemukan penyebab menyusutnya spesies hewan tersebut. Spesies berdarah dingin telah lama bereaksi pada fenomena yang dikenal sebagai "aturan ukuran suhu" yaitu tiap individu satu spesies akan mencapai ukuran dewasa yang lebih kecil ketika suhu diperbesar. Demikian dilansir Upi, Selasa (4/10/11).

Menurut Ilmuwan itu, pada banyak spesies berdarah dingin, tingkat pertumbuhan atau seberapa cepat masa terakumulasi dan tingkat perkembangan atau seberapa cepat individu melewati  tahapan kehidupan secara konsisten dipisahkan dengan perkembangan menjadi lebih sensitif pada suhu, dibandingkan tumbuhan.

Pertumbuhan dan perkembangan meningkat pada tingkat yang berbeda ketika suhu menghangat. Menurut peneliti Andrew Hirst konsekuesinya, semakin hangat suhu, spesies tumbuh lebih cepat dan akibatnya, ukurannya mengecil.

Temuan ini menunjukkan tingakat dasar dari semua makhluk hidup, seperti kematian, reproduksi dan makan, tidak dapat berubah selaras dengan pemanasan global
»»  Read More

Kunci 'Tak Terlihat'

Kalau sebelumnya hanya bisa kita lihat di film, kini sudah menjadi kenyataan, karena ilmuwan telah berhasil menciptakan kunci yang 'tak terlihat'.

Seperti yang dikutip dari AFP, Selasa (4/10/2011), sekelompok tim ilmuwan dari Taiwan berhasil mengembangkan teknologi kunci yang tak terlihat.

Kunci tak terlihat ini dimaksudkan oleh para ilmuwan penciptanya agar pengguna bisa membuka pintu hanya menggunakan gerakan tangan saja.

"Di masa depan, Anda tidak perlu cemas kehilangan atau ketinggalan kunci," ujar Tsai Yao-Pin, pimpinan dari penelitian ini, yang juga mengajar di Technology and Science Institute of Northern Taiwan.

"Di dalam teknologi yang sedang dikembangkan ini, para ilmuwan memasukkan sebuah chip yang dapat mendeteksi pergerakan dalam tiga dimensi, sama seperti yang digunakan di game konsol Nintendo Wii," tambahnya.

Tsai menyimpulkan bahwa nanti ke depannya pengguna dapat membuka pintu mereka hanya dengan menggerakan tangan mereka melalui sensor.
»»  Read More

Kamis, 29 September 2011

Ilmuwan Temukan Ikan Pemangsa Purba Tertua??

Ilmuwan menemukan fosil dari ikan pemangsa purba yang hidup pada jaman Devonian, masa sebelum hewan bertulang belakang eksis di Bumi.

Seperti yang dikutip dari New Kerala, Rabu (14/9/2011), Edward 'Ted' Daeschler, Jason Downs dari Academy of Natural Sciences beserta para kolega mereka dari University of Chicago dan Harvard University menamakan spesies dari jaman Devonian tersebut sebagai Laccognatus Embryi.

Selain Laccognatus Embry, kelompok peneliti inilah, yang juga menemukan Tiktaalik Roseae, hewan yang merupakan 'penghubung yang hilang' antara ikan dan hewan darat, yang hidup sekira 375 juta tahun yang lalu.

Fosil temuan baru tersebut ditemukan di situs yang sama dengan Tiktaalik, yakni di pulau Ellesmere di wilayah Nunavut, Kanada.

Jaman Devonian (sekira 415 sampai 360 juta tahun yang lalu), dideskripsikan sebagai jaman keemasan makhluk laut, karena banyaknya hewan laut yang berkembang saat itu.

Laccognathus Embryi merupakan hewan yang merupakan sanak terdekat dari ikan yang memilki paru-paru. Ikan tersebut mungkin dapat tumbuh sepanjang 5 sampai 6 kaki, dengan kepala yang lebar, mata yang kecil dan gigi taring yang tajam.

"Jelas bahwa ekosistem air di akhir jaman Devonian sangatlah keras, dan Laccognathus hadir dengan kemampuan yang baik untuk memangsa santapannya," ujar Daeschler.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Journak of Vertebrate Paleontology.
»»  Read More

Pengikut

 

Fan Page

Label