Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Virus & Malware Kian Mengganas

Virus dan malware kian mengancam. Jumlah serangannya pun makin mengganas dari tahun ke tahun. Bagaimana situasinya saat ini?

Dari analisis Kaspersky Lab hingga September 2011 lalu, ditemukan ada 2 miliar serangan yang berhasil terblokir di jaringan perusahaan setiap bulannya.

Kemudian, ada sekitar 2 ribu aplikasi yang terdeteksi rentan disusupi virus dan malware. Disebutkan juga, ada lebih dari 70 ribu program berbahaya yang muncul setiap hari, termasuk 80% spam yang coba masuk lewat email kantor.
Dari laporan perusahaan keamanan jaringan itu pula, ditemukan bahwa kehadiran program berbahaya (malicious) kian menggila dari tahun ke tahun.

Di 2007, setidaknya ada 5 program berbahaya baru yang hadir setiap 2 menit. Jumlah itu semakin ekstrim di 2010, dimana sedikitnya ada 1 program berbahaya baru hadir setiap 2 detik.

Jarak kehadirannya pun diperkirakan makin cepat di 2011 ini, dimana 1 program berbahaya baru hadir setiap 1,2 detik.

"Ancaman ini jelas mengganggu sektor korporasi," kata Gun Suk Ling, Director Corporate Sales Kaspersky Lab untuk Asia Pasifik, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Dari analisa Kaspersky, diperkirakan 96% perusahaan menghadapi ancaman cyber dari luar, dan 45% perusahaan mengalami peningkatan jumlah ancaman, serta 46% perusahaan kehilangan data penting akibat serangan malware.

Sumber serangannya sendiri bervariatif. Setidaknya, 60% perusahaan percaya serangan itu datang dari karyawannya sendiri yang membuka celah ancaman lewat media jejaring sosial, dan 33% lainnya dari mobile device seperti smartphone dan tablet PC.

"Kemudian ada sekitar 29% perusahaan yang takut cloud computing dan menganggapnya sebagai ancaman. Lalu, 21% lainnya menganggap virus sebagai ancaman masa depan perusahaan," lanjut dia.

Akibat kekhawatiran itu, para perusahaan pun coba melakukan proteksi dengan berbagai cara. Sekitar 84% menutup akses social media, 21% gunakan antivirus, firewall, dan sebagainya untuk blokir.

"Sementara 23% perusahaan ada juga yang pasrah dan tidak mengambil tindakan apa-apa. Ini yang mengkhawatirkan," tandas Suk Ling.
Sunber : Detik.com
»»  Read More

Rabu, 09 November 2011

Metode Pelaku Pencurian Data Pribadi di Facebook

Para peneliti dari university of British Columbia, Vancouver, menyatakan telah mengetahui pelaku pencurian data pribadi di Facebook. Mereka mengklaim metode terbaru yang dapat mencuri informasi dari Facebook ini bernama Socialbots.

Socialbots adalah program komputer yang meniru tampilan profil Facebook asli. Biasanya pengguna yang memiliki banyak anggota dalam friend list-nya memiliki peluang lebih besar untuk disusupi profil profil palsu tersebut. Jumlah kejahatan internet yang menggunakan Socialbots semakin meningkat, selain itu alat ini juga dijual secara online dengan harga USD 29.

Mengenai hasil riset ini, seorang pejabat Facebook mengatakan bahwa tindakan para peneliti berlebihan dan melanggar etika.

Demi riset ini, para peneliti menciptakan sejumlah 102 socialbots dan 1 'botmaster' yang bertugas mengirimkan perintah kepada bots lain. Mereka mempekerjakan bots ini selama 8 pekan dan berhasil memperoleh 3.055 friendship dari total 8.750 friend request yang dikirimkan.

Facebook mengatakan eksperimen tersebut tidak realistis karena menggunakan IP address sebuah universitas terpercaya, sedangkan IP address yang digunakan oleh kriminal di dunia nyata pasti akan menyalakan alarm.

"Kami memiliki sejumlah sistem yang didesain dengan tujuan mendeteksi akun palsu dan mencegah kebocoran informasi. Update terhadap sistem ini terus-menerus kami lakukan agar semakin efektif dan sanggup menangkal serangan-serangan baru," kata juru bicara Facebook, seperti dilansir dari BBC.
»»  Read More

Rabu, 28 September 2011

Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

Sejak pertengahan Agustus hingga saat ini banyak pengguna komputer yang dilaporkan terinfeksi serangan program jahat yang beroperasi di layanan chat Facebook.

Perusahaan keamanan Vaksincom mendeteksi virus ini sebagai W32/Kolab.xx (Trojan.Click1.xxxx). Menurut Adi Saputra, analis dari Vaksincom, tercatat sudah puluhan varian sejak Agustus yang terdeteksi. Salah satunya bahkan tidak dapat terdeteksi oleh hampir semua antivirus ternama.

Simak 5 jurus untuk menangkalnya ala Vaksincom
1. Hindari melakukan klik pada link yang dikirim pada Anda, baik melalui pesan chat Facebook atau status.

2. Beritahukan pada teman Anda, bahwa komputer tersebut telah terinfeksi virus, dan segera lakukan update dan scan komputer dengan antivirus yang terupdate.

3. Jangan melakukan copy link atau melakukan pemberitahuan disertai link tersebut, karena dengan begitu Anda justru ikut menyebarkan link yang mengandung virus tersebut.

4. Jangan meninggalkan Facebook Anda dalam keadaan aktif/login, sebaiknya logout dulu hingga Anda kembali.

5. Gunakan Secure HTTP / HTTPS pada saat login Facebook, hal ini agar akun Anda tidak mudah diakses oleh orang lain di sekitar Anda.
»»  Read More

Senin, 26 September 2011

CEO Groupon 'Balik Kandang' ke Google

Situs deal Groupon dikabarkan akan ditinggal CEO Margo Georgiadis. Pasalnya Gerogiadis akan segera hengkang untuk kembali ke kantor lamanya, Google.

Georgiadis belum lama menjabat sebagai CEO di Groupon hanya lima bulan setelah dia mencopot jabatanya di Google. Namun baru seumur jagung menjabat, dia harus kembali lagi ke raksasa internet yang berbasis di California, Amerika Serikat tersebut.

Jabatan terakhir Georgiadis di Google adalah wakil presiden penjualan global di Google sebelum meninggalkan pada bulan April untuk bekerja di Groupon yang saat ini melesat sebagai perusahaan deal.

"Groupon adalah perusahaan besar dan saya merasa memiliki pengalaman istimewa untuk bekerja di sana bahkan untuk waktu yang singkat," kata Georgiadis dalam sebuah catatan yang dirilis oleh Groupon, yang dilansir AFP, Senin (26/9/2011).

"Itu adalah keputusan yang sulit untuk meninggalkan ketika perusahaan berada pada jalur yang hebat," lanjutnya.

Kepergiaan Georgiadis merupakan pukulan telak bagi Groupon, ini adalah kedua kalinya tahun ini bahwa Groupon telah kehilangan CEO-nya. Kehilangan pucuk pimpinan tertinggi ini membuat perusahaan tersebut menunda rencananya untuk melakukan initial  public offering of stock (IPO).

"Sebagai perusahaan yang berkembang pesat, kami telah melakukan banyak perekrutan tahun ini, termasuk di tim eksekutif senior kami," kata Groupon dalam posting blog.  "Itu akan sangat bagus jika saya bisa mengatakan bahwa kita mengalami peningkatan 1.000 persen, tapi itu jarang terjadi," dia melanjutkan.

Groupon telah melihat pertumbuhan luar biasa sejak diluncurkan di Chicago pada bulan November 2008. Menurut catata, Pendapatan Groupon naik menjadi USD392,6 juta pada kuartal kedua tahun ini dari USD1,2 juta pada periode yang sama tahun 2009.
»»  Read More

Minggu, 25 September 2011

Google Uji Coba SIM Card

Google mungkin segera menawarkan layanan jaringan telekomunikasi sendiri, sebagaimana terlihat bahwa mereka sedang menguji coba kartu Subscriber Identity Module (SIM) versi mereka sendiri.

Seperti yang dikutip dari Stuff, Minggu (25/9/2011), kartu SIM versi Google sedang diuji coba di Spanyol. Rumor tersebut terlihat dari foto di atas, yang menyiratkan bahwa raksasa mesin pencari internet tersebut mungkin sedang mencoba peruntungannya di dunia telekomunikasi.

Menurut beberapa pengamat, nampaknya Google ingin menjadi sebuah Mobile Virtual Network Operator (MVNO), yang menyimpan data pada jaringan lain, namun memberi merek dengan namanya sendiri.

Jika usaha ini berhasil maka akan ada banyak perangkat Android yang bisa memakai kartu SIM Google, meski harus benegoisasi dulu dengan banyak pihak penyelenggara jasa telekomunikasi.

Para pengamat mengatakan jika hasil dari upaya Google ini adalah tarif panggilan suara yang murah dan hilangnya biaya roaming data, maka upaya Google tersebut bisa berhasil.
»»  Read More

Selasa, 20 September 2011

Tampilan Desain Facebook Akan Dirombak

Facebook berencana untuk melakukan perombakan tampilan desain profil pengguna di acara konferensi pengembang f8 pekan ini.

Seperti yang dikutip dari Mashable, Selasa (20/9/2011), informasi detil perombakan desain ini masih belum jelas, namun dua sumber yang faham benar rencana Facebook tersebut telah memberitahu bahwa perubahan tersebut akan sangat 'besar'.

Perubahan profil ini akan menjadi bagian dari rencana peluncuran yang lebih besar, yang termasuk peluncuran platfrom media dan musik di Facebook.

"Desain ulang tampilan profil tersebut dimaksudkan agar pengguna lebih betah berada di dalamnya," ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Perombakan desain tampilan tersebut disebut juga merupakan bagian dari rencana Facebook untuk lebih fokus ke dunia social ecommerce, yang mungkin juga raksasa jejaring sosial tersebut akan lebih fokus ke salah satu layanannya, Facebook Credits. Selain itu, berhembus pula rumor bahwa app store Facebook juga akan diperkenalkan di acara konferensi f8.

Pihak Facebook sendiri masih tertutup mengenai perubahan ini, karena mereka masih menolak berkomentar untuk pemberitaan tersebut. Meskipun begitu, banyak pihak menanti apa saja yang bakal fiumumkan oleh Facebook di konferensi f8.
»»  Read More

Senin, 29 Agustus 2011

Bos Google: Tak Gunakan Nama Asli, Jangan Pakai Google+

Google+ ingin membuat situsnya sebagai
layanan pengenal identitas,
demikian dikatakan Chairman
Google Eric Schmidt. Itu
sebabnya, jejaring sosial milik
Google tersebut mengharuskan penggunanya menggunakan
nama asli. Pernyataan Bos Google ini
merupakan respons atas
kontroversi terkait dengan
kebijakan soal pencantuman
nama asli di akun Google+.
Keharusan ini menjadi perdebatan selama beberapa
pekan terakhir, terutama bagi
mereka yang lebih suka
menggunakan nama samaran. "Awalnya Google+ dibangun
memang untuk layanan
pengenalan identitas. Maka
pada dasarnya, ini bergantung
pada orang-orang yang
menggunakan nama asli mereka," kata Schmidt. Lalu bagaimana dengan
pengguna yang sangat peduli
dengan keamanan berjejaring
sosial? Schmidt mengatakan
Google+ bersifat opsional. "Tidak
ada seorang pun yang memaksa Anda menggunakannya. Jadi
jelas, mereka yang khawatir
menggunakan nama asli mereka,
sebaiknya jangan gunakan
Google+," terangnya. Menafsirkan komentar Schmidt,
analis mengatakan bahwa
eksekutif Google tersebut
menilai internet akan lebih baik
jika kita mengetahui seseorang
sebagai sosok sebenarnya ketimbang profil palsu.
»»  Read More

Jumat, 26 Agustus 2011

Ikuti Jejak Facebook, Napster Juga Diangkat ke Film

Kisah dari Napster, layanan berbagi file
peer-to-peer yang sempat
'merusak' industri musik pada
awal dekade 2000-an, akan
segera dibuatkan film
dokumenternya. Film dokumenter yang akan
menyorot soal naik dan
turunnya layanan jaringan
musik buatan Shawn Fanning
pada tahun 1999 tersebut.
Alex Winter, sutradara dari film 'Bill and Ted' dikatakan sebagai
orang yang akan
menyutradarai film tersebut. Seperti yang dikutip dari
Mashable, Kamis (25/8/2011),
Winter awalnya sepakat untuk
meluncurkan film tersebut
pada tahun 2002 dengan
produser MTV Films, namun akhirnya pada tahun 2011 VHI
sepakat untuk mendanai film
tersebut. Shawn Fanning dan Sean
Parker dari Napster akan
dilibatkan dalam proyek
tersebut. Fanning membuat
Napster ketika ia masih kuliah
di Northeastern University. Sementara Parker (yang di film
The Social Network' salah
disebut sebagai pembuat
Napster) adalah merupakan
salah satu pegawai awal
Napster. Parker sendiri sekarang merupakan investor
di layanan musik Spotify. "Lahirannya teknologi berbagi
file peer-to-peer yang dibuat
oleh Shawn Fanning,
dampaknya terhadap industri
musik dan masyarakat,
diceritakan segalanya di film ini," ujar Winter. "Ini merupakan cerita yang
menarik, dimana seorang
bocah 18 tahun menciptakan
sistem berbagi file peer-to-
peer, dan menghadirkannya ke
dunia enam bulan sesudahnya," tambahnya. Para pengamat berharap agar
perseteruan Napster dengan
Metallica, atas tuntutan hukum
yang dilancarkan oleh band
tersebut, juga ikut diekspos
dalam film tersebut nantinya. Mengingat Napster sempat
heboh beberapa tahun yang
lalu dan memberikan dampak
yang cukup besar pada
industri musik, maka film The
Social Network mungkin akan segera mendapatkan pesaing
baru.
»»  Read More

Selasa, 23 Agustus 2011

Aktivis Susupi Aplikasi Android dengan Program Jahat

Irfan Asrar, peneliti Symantec,
mengatakan aktivis cyber yang
mengatasnamakan gerakan
penyayang binatang
menyebarkan program jahat
yang menyusup dalam aplikasi lain. Seperti dikutipdetikINET dari keterangan yang diterima,
Selasa(23/8/2011), aplikasi yang
diprotes adalah Dog Wars, yang
menampilkan adu anjing. Aplikasi jahat yang dibuat
menggunakan kode trojan yang
akan menyusup dan berjalan di
perangkat Android yang menjadi
korban. Aplikasi jahat ini sangat
mirip dengan Dog Wars versi Beta dan bisa didapatkan di
berbagai situs penyedia aplikasi
bajakan. Irfan mengatakan, versi jahat
dari aplikasi ini tidak tersedia di
Android Market resmi dari
Google. Program jahat yang dijuluki
Android.Dogowar ini mengandung
kode bernama 'Dogbite'. Saat
dijalankan, sebuah proses
bernama 'Rabies' akan aktif di
ponsel korbannya. Salah satu efek yang dihasilkan,
ponsel itu akan mengirimkan
SMS pada semua kontaknya
yang isinya kurang lebih
menyatakan bahwa si pemilik
ponsel senang menyakiti binatang. Selain itu, program jahat itu
akan berusaha mendaftarkan
ponsel korban ke sebuah
layanan nomor singkat / SMS
berlangganan. Mirip Asli Kedua aplikasi itu, versi yang
disusupi Trojan dan versi yang
asli, sangat-sangat mirip. Satu
petunjuk pembeda adalah kata
BETA pada icon aplikasi yang asli
telah diubah menjadi PETA. PETA (People for the Ethical
Treatment of Animals) adalah
organisasi penyayang binatang
yang kerap menggelar protes
dengan cara unik dan
kontroversial. Termasuk, misalnya,memanfaatkan situs porno di domain .xxx. Menurut Irfan, aplikasi ini tidak
dibuat oleh PETA secara resmi.
"Kemungkinan ini adalah
perbuatan seseorang yang ingin
mengasosiasikan app ini dengan
PETA atau mendapatkan simpati dari organisasi itu," ujarnya
»»  Read More

Jumat, 19 Agustus 2011

Kini Google+ Hangouts Terintegrasi dengan YouTube

CALIFORNIA - Google telah meluncurkan fitur baru di
Google+, yang memungkinkan
pengguna mengklik Share dari
video YouTube apapun. Seperti yang dikutip dari
Mashable, Jumat (19/8/2011),
fitur baru tersebut
memperlihatkan sebuah ikon
yang menawarkan opsi, untuk
menonton video tersebut bersama teman dalam fitur
Google+ Hangouts. Pihak Google tidak resmi
mengumumkan fitur baru ini,
hanya mengungkapnya melalui
pengumuman oleh Brian Glick,
Product Manager Google+
melalui layanan tersebut. "Anda kini bisa memulai Google+
Hangouts dengan sebuah video
YouTube, langsung dari
YouTube. Tontonlah bersama
teman Anda," tulis Glick. Dijelaskan oleh Glick, bahwa
pengguna hanya perlu
mengklik kata 'Share' di bawah
video YouTube apapun,
kemudian klik 'Start a Google+
Hangouts' di bagian bawah sebelah kanan. Beberapa pekan lalu, Brandon
Badge, Product Manager dari
YouTube Live sempat
mempertanyakan integrasi
Hangouts dengan YouTube
melalui video live streaming, mungkin saja fitur baru ini
merupakan fase awal
jawabannya. Sebelumnya sangat
memungkinkan untuk
menonton sebuah video secara
bersamaan di Google+,
meskipun terasa agak rumit.
Namun dengan fitur baru ini membuat proses tersebut
terasa jauh lebih mudah
»»  Read More

Rabu, 17 Agustus 2011

Gagal Akuisisi, Google Harus Bayar USD2,5 Miliar R

CALIFORNIA - Akuisisi Google terhadap Motorola Mobility
senilai USD12,5 miliar kabarnya
juga termasuk biaya USD2,5
miliar yang harus dibayarkan
Google jika akuisisi itu batal
atau tidak disetujui regulator. Demikian seperti dilansir
Cellular News, Rabu
(17/8/2011). Biaya seperti itu memang
cukup lazim dalam sebuah
kesepakatan akuisisi. Namun
dalam kasus Google, nilai biaya
tersebut enam kali lebih besar
dari standar industri. Menurut seorang narasumber,
detil kesepakatan seputar
biaya tersebut belum bisa
dibeberkan. Padahal biasanya
nilai biaya kegagalan akuisisi
dipaparkan secara terbuka ketika rencana akuisisi
diumumkan. "Biaya itu dimaksudkan untuk
membuktikan keseriusan pihak
pembeli dalam menyelesaikan
transaksi," jelas Donna
Hitscherich selaku dosen
keuangan senior di Columbia Business School. "Perusahaan tidak membuat
kesepakatan untuk
mendapatkan biaya 'ganti rugi'
itu. Mereka melakukannya demi
mewujudkan perjanjian
akuisisi," tambahnya. Namun jika skenario yang
terjadi adalah sebaliknya, yaitu
Motorola menjadi pihak yang
membatalkan akuisisi, bisa jadi
karena mendapat tawaran
yang lebih tinggi, maka Motorola harus membayar
Google USD375 juta.
»»  Read More

Senin, 15 Agustus 2011

DealGoing Indonesia, Situs Agregator Social Commerce

Social commerce saat ini telah banyak bermunculan untuk menawarkan kepada kita pilihan akan suatu produk yang dijual di dunia maya. Dengan memanfaatkan keadaan seperti ini maka lahirlah DealGoing yang merupakan agregat guna mengakomodir banyaknya social commerce di Indonesia.

Kata Agregat mungkin masih sangat asing di telinga kita. Agregat disini berarti kumpulan dari beberapa social commerce yang diurutkan berdasarkan ranking atas suatu produk yang sangat popular dan banyak dikonsumsi oleh para pelanggan. Saat ini behavior atau budaya untuk mengkonsumsi suatu barang telah menemukan cara yang baru. Iklan di televisi saat ini kurang memicu keinginan orang mengkonsumsi suatu barang. Hal ini dikarenakan adanya rasa kurang percaya pada barang yang ditawarkan melalui iklan.

Media sosial seperti Facebook dan Twitter kini banyak menyedot perhatian dari masyarakat Indonesia. Bahkan bangsa ini telah masuk kedalam jajaran negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Kaitan antara media sosial ialah kini disaat seseorang membeli suatu produk dan mempublish-nya di media sosial, maka dapat dilihat orang banyak, sehingga akan memicu orang lain untuk membeli produk tersebut karena mereka lebih percaya pada rekomendasi teman yang memang benar-benar menggunakan barang tersebut.

"Orang kini lebih percaya pada efek media sosial dimana jika ada temannya yang mempromosikan suatu barang yang bagus di sana, maka teman pada media sosial baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, bisa terdorong untuk membeli produk yang sudah direkomendasikan tersebut. Ini merupakan behavior baru dalam bertransaksi,"ungkap Lukman Luthfi, Online Strategic Founder of Virtual Consulting, DealGoing on-line marketing partner.

DealGoing berbeda dengan social commerce karena dealGoing merupakan meta social commerce yaitu, situs-situs jejaring sosial yang saling terkait seperti kumpulan beberapa social commerce yang bersatu guna nantinya dipilih lebih selektif oleh konsumen online. Intinya, DealGoing membantu bagaimana seluruh social commerce lebih mengenalkan barang mereka pada konsumen.

"DealGoing berbeda dengan social commerce karena kita adalah kumpulan informasi menganai suatu produk yang dijual melaui diskon ataupun vocer. Dengan membuat klasifikasi berdasarkan rangking membuat produk tersebut terlihat memenuhi kepuasan konsumen karena ranking pada produk tersebut menunjukan popularitas dari barang yang laku dijual. Kami mendapatkan keuntungan berdasarkan banyaknya jumlah pengunjung yang melihat DealGoing atau dari paper kliknya,"jelas Edward Kim, Founder DealGoing.

Nampaknya berdirinya DealGoing dirasa tepat, melihat banyaknya social commece dengan daily deal bermunculan yang berdasarkan lokasi serta kategori produk, dan Edward berupaya menjadikan DealGoing menjadi meta social commerce No. 1 di Asia.

"Kami membangun DealGoing sebagai agregat Indonesia pertama di Asia yang menyediakan kemudahan bagi konsumen online yang membutuhkan kecepatan, keakuratan data dan kemudahan. Hal ini seiring meningkatnya jumlah pengguan internet di Indonesia yang mencapai 45 juta pengguna (berdasarkan data Depkominfo tahun 2010). Dengan tingkat mobilitas yang tinggi tentu saja para pengguna internet hanya memiliki sedikit waktu untuk menari penawaran menarik. DealGoing hadir untuk memberikan kemudahan pada konsumen online untuk mendapatkan informasi yang dapat dilihat melalui satu tampilan layar pembuka di www.dealgoing.com,"papar Edward.

Sebelum peresmiannya DealGoing telah mempersiapkan beberapa teknologi yang dapat menunjang proses agregat berjalan dengan baik. Pertama, DealGoing bersama mitra sosial commerce menyediakan informasi bagi pengunjung melalui RSS, selain itu social commerce yang ingin bekerjasama dapat mengirim informasi secara realtime dengan mengirim data mereka melaui XML script, sehingga semua deal akan tampil dan terupdate secara realtime di tampilan DealGoing. XML merupakan teknologi advertising yang dapat menyajikan informasi secara langsung.

Langkah Kedua yang dilakukan DealGoing ialah dengan menggunakan teknologi cloud server terbaru dari Microsoft. Teknologi cloud server memang sangat membantu enterpreneur untuk memulai bisnis online dengan simple dan dapat menekan biaya produksi. Penggunaan cloud bersifat elastis, yaitu dapat berubah sesuai dengan kebutuhan enterpreneur, baik dalam skala besar maupun kecil. Kemudian, cloud bisa diakses di mana saja, kapan saja dan pada perangkat apapun.

"Dibangunnya Agregator DealGoing.com di atas teknologi Microsoft untuk Cloud computing, semakin menggarisbawahi bahwa teknologi Microsoft merupakan solusi terbaik bagi masyarakat kita yang semakin mobile dan borderless,"cetus Irving Hutagalung, ISV and Enterpreneurship Program Manager, Microsoft Indonesia.

DealGoing mengadopsi solusi cloud computing yang dikembangkan PT. Infinys System Indonesia dengan nama CloudWin, yang menggunakan platform dari Microsoft. "Untuk meta social commerce seperti DealGoing, salah satu produk cloud computing, yaitu CloudWin merupakan solusi yang tepat. CloudWin telah dibekali dengan sistem operasi Windows server 2008 R2 yang diperkuat SQL server 2008 R2 untuk solusi database yang seudah terbukti kehandalannya. Dengan demikian layana Cloud Infinys dapat memberikan solusi infrastruktur terbaik bagi konsumen online di Indonesia khusunya DealGoing,"kata Dondy Bappedyanto, General Manager PT. Infinys System Indonesia.

Di dunia saat ini terdapat 150 perusahaan agregat dan DealGoing merupakan salah satu dari perusahaan tersebut. Dengan menggunakan teknologi meta social commerce dari Korea yang merupakan agregat no 1. Saat ini DealGoing tersedia dalam dua pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Inggris.
sumber : oke zone.com

»»  Read More

Minggu, 14 Agustus 2011

Facebook Tidak Dipercaya untuk Mobile Payment

NEW YORK - Sebuah studi terbaru menyatakan bahwa untuk urusan pembayaran mobile, pelanggan lebih percaya kepada perusahaan kartu kredit, ketimbang layanan serupa dari perusahaan-perusahaan di bidang internet.

Seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (11/8/2011), studi dari Ogilvy & Mather, sebuah perusahaan marketing internasional, menyatakan bahwa pengguna lebih memilih jasa Visa, MasterCard dan American Express, ketimbang layanan serupa dari Facebook, Google dan Apple.

Saat ini sejumlah teknologi pembayaran mobile sudah banyak dikembangkan, termasuk Square dan Google Wallet. Sementara PayPal baru-baru ini mendemonstrasikan sebuah versi baru aplikasi mobile yang akan menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC), memungkinkan seorang pengguna Android untuk melakukan pembayaran dengan lainnya, hanya dengan menyatukan perangkat mereka secara bersamaan.

Dalam studi ini, 500 pengguna online ditanya mengenai merk-merk yang mereka gunakan dalam melakukan pembayaran secara mobile.

Di studi ini Visa mendapatkan kepercayaan tertinggi dari pengguna dengan persentase sebesar 39,6 persen, yang diikuti oleh Mastercard (35,9 persen), American Express (35,8 persen), PayPal (34,3 persen).

Untuk perusahaan teknologi, Microsoft hanya mendapatkan 22,3 persen, Google 19,5 persen. Sementara Facebook adalah perusahaan bidang internet dengan persentase kepercayaan pengguna yang paling rendah, yakni hanya sebesar 12,1 persen saja.
»»  Read More

Ditantang Google+, Facebook Kembangkan Game-nya

CALIFORNIA - Ketika Google+ meluncurkan game sosialnya, hal tersebut dianggap oleh Facebook sebagai 'tantangan' yang direspon dengan pengembangan beberapa gamenya.

Seperti yang dikutip dari Pocket-Lint, Sabtu (13/8/2011), apapun yang Google bisa lakukan, maka Facebook bisa melakukannya lebih baik, bahkan lebih lebih besar. Pesan itu datang dari markas Facebook sebagai respon dari langkah Google+ yang mulai masuk ke arena game sosial.

Perubahan terbesar pada game-game sosial Facebook, yakni layar tampilan yang lebih besar, termasuk judul-judul seperti CityVille, Zoo World, Monster World dan Mystery Manor.

Selain itu, ada juga 'new games thicker', yang menggunakan panel chat samping pengguna bagi yang tertarik dengan update game dari rekan sepermainan. Lalu jika pengguna benar-benar ingin melakukan ujicoba dengan rekan sepermainan, maka mereka hanya perlu mengklik link info game mereka.

Facebook juga menambahkan kemampuan untuk mem-bookmark aplikasi favorit pengguna, sehingga mereka bisa dengan mudah mengaksesnya melalui News Feed masing-masing.

Perubahan-perubahan tersebut sudah mulai digulirkan, yang mungkin akan hadir secepatnya di profil pengguna.
»»  Read More

Sabtu, 13 Agustus 2011

Lindungi Diri Anda di Social Media

Saat ini, orang sangat sangat menggemari penggunaan social media sebagai sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dan juga untuk mengembangkan bisnis. Website social media telah menjadi saran yang ampuh. Orang-orang sudah mengetahui kekuatan social media dan kehadirannya telah membangun komunitas yang kuat. Namun, social media telah disalahgunakan untuk hal-hal yang jahat. Apa itu social media? Bagaimana melindungi identitas Anda dari penjahat online?

Social Media

Apa yang dimaksud dengan social media? Social media merupakan media online tempat orang-orang bisa berpartisipasi dan saling berbagi secara online. Hal ini bisa dilakukan melalui web ataupun teknologi mobile dan bersifat interaktif.
Beberapa bentuk social media misalnya forum, blog, microblogging, wiki, podcast, video, social networking dan social bookmarking. Berikut ini beberapa contoh social media yang terkenal:
  • Blog / Microblog

    Contoh: Twitter, Blogger, Wordpress
  • Wiki

    Contoh: Wikipedia
  • Forum

    Contoh: Kaskus
  • Video

    Contoh: Youtube
  • Foto

    Contoh: Flickr, Picasa
  • Social networking

    Contoh: Facebook
  • Social bookmarking

    Contoh: Digg, Delicious, Reddit, Lintasberita
  • Virtual game worlds

    Contoh: World of Warcraft
  • Virtual social worlds

    Contoh: Second Life

Waspada Menggunakan Social Media

Di semua social media ini, Anda diwajibkan mendaftar terlebih dulu. Setiap pendaftar tidak akan diverifikasi terlebih dulu apakah semua data-data yang dimasukkan adalah benar atau tidak. Banyak orang membuat profil palsu sebagai orang lain, padahal dengan tujuan jahat. Dengan kata lain, social media tidak memiliki akuntabilitas.
Lalu Anda juga akan membuka diri kepada komunitas dari seluruh dunia. Hal buruk dan berbahaya yang bisa terjadi adalah data dan kebiasaan Anda akan disalahgunakan di dunia maya. Apa yang harus dilakukan untuk melindungi akun social media Anda dari penjahat online?
Para pembajak identitas ini menyalahgunakan social media dengan merusak profil dan reputasi orang lain. Cara lain adalah dengan mencuri identitas Anda dengan sedikit melakukan survey mengenai Anda. Hal ini bahkan bisa menghancurkan karir profesional seseorang dan bahkan bisa membuat stres orang lain.
Begitu para penjahat berhasil membajak identitas Anda, mereka akan mencoba menipu teman-teman Anda. Beberapa kasus, para penjahat ini meminta mengirim uang dari teman-teman Anda dengan mengatasnamakan diri Anda. Bahkan beberapa mengancam akan menghancurkan reputasi Anda jika tidak dibayar. Mereka dapat mengeruk keuntungan pribadi dari profil Anda yang sudah dibajak.

Lindungi Diri di Social Media

Cara termudah untuk melindungi diri di social media adalah dengan mengetahui kebiasaan para penjahat online. Banyak ancaman Interne yang terjadi di dunia online. Berikut ini beberapa kebiasaan mereka.
  • Membajak Email

    Cara termudah penjahat online adalah dengan membajak alamat email Anda. Kemudian mereka akan login ke situs-situs social media dengan menggunakan email Anda dan menggunakan fasilitas "Lupa Password" untuk mendapatkan password yang dikirim ke email Anda.
    Solusi: Selalu amankan email Anda. Salah satu cara termudah adalah selalu secara rutin ganti password email Anda. Kemudian jika Anda mulai menerima email permintaan penggantian password dari website social media, segera waspada dan ganti email di social media tersebut.
  • Menyelidiki Kehidupan Anda

    Cara lain yang sering digunakan adalah dengan menebak password Anda dengan menyelidiki diri atau kegiatan Anda. Banyak orang mencantumkan sebanyak mungkin termasuk hal pribadi dalam profil mereka. Hal ini membuka peluang bagi para penjahat untuk mengumpulkan informasi tentang Anda. Hal yang sederhana seperti memasukkan nama pasangan Anda, tanggal lahir, tempat lahir maupun hal lain yang menarik dari profil Anda sebagai dasar untuk menebak password.
    Solusi: Jangan gunakan hal-hal yang mudah ditebak sebagai password Anda. Gunakan kombinasi yang sulit ditebak untuk password Anda. Cara terbaik adalah dengan mengkombinasikan huruf besar, huruf kecil dan angka dalam password Anda.
  • Spyware

    Seorang penjahat Internet biasanya akan mengirimkan Anda program yang menarik atau mengirim link untuk download program bagus. Bahkan email tersebut seolah-olah berasal dari teman Anda sendiri. Namun di balik program tersebut, ada program jahat yang disebut keylogger. Program ini akan membuat semua yang Anda ketik dikirim kepada si penjahat. Dengan mudah mereka akan tahu user dan password Anda untuk login ke website social media.
    Solusi: Jangan mengklik link apapun yang terlihat asing dan dikirim ke email Anda, apalagi yang kelihatannya menarik. Gunakan antivirus dan program keamanan Internet yang sudah terkenal untuk memeriksa isi email atau link tersebut. Aktifkan fitur keamanan di browser Internet Anda dan selalu gunakan browser Internet terbaru yang saat ini tersedia gratis.
  • Phising

    Biasanya para penjahat mereka akan mengirim junk email yang berisi link atau tautan menuju website lain yang mirip dan Anda akan login ke website "email" palsu tersebut, sehingga user dan password Anda akan disimpan pembajak. Misalnya mereka mengirim pemberitahuan palsu untuk memperbarui data Anda dan meminta Anda segera login dengan klik link yang dikirim pada email tersebut.
    Solusi: Jangan mengklik link apapun yang terlihat asing dan dikirim ke email Anda misalnya untuk memperbarui data Anda. Cara paling aman adalah selalu ketik alamat website penyedia email seperti mail.yahoo.com atau www.gmail.com langsung di kotak alamat browser Anda. Lalu login dengan cara yang normal di website tersebut.
Cara lain untuk mengamankan identitas Anda di Internet adalah dengan cara berikut:
  • Gunakan kombinasi yang sulit untuk password, yaitu kombinasi huruf besar, huruf kecil dan angka.
  • Saat login, pilih https ketimbang http jika ada opsi untuk menggunakan https.
  • Jangan klik link yang mencurigakan, bahkan dari teman sendiri yang tidak biasanya mengirim link.
  • Jika ada yang mengirim pesan ke akun Anda, selalu selidiki permintaannya.
  • Jika ada pilihan membuat pertanyaan bantuan untuk pemulihan akun saat lupa password, gunakan pertanyaan dan jawaban yang sulit ditebak orang lain.
  • Hindari akses website social media di komputer yang tidak terjamin keamanannya, apalagi di warnet yang reputasi dan sistem keamanannya kurang bagus.
Social media seperti Facebook, Twitter, Youtube, atau blog bisa sangat bermanfaat. Namun selalu waspada, karena identitas dan profil Anda memang harus dilindungi. Hindari orang lain membajak akun Anda di social media yang akan mendatangkan kerugian besar bagi Anda.
»»  Read More

Jumat, 12 Agustus 2011

MySpace Kena Hack!

CALIFORNIA - Cobaan tak henti mendatangi MySpace, setelah baru saja dijual oleh News Corp pada bulan Juni, kini situs yang sedang dalam tahap perombakan (lagi) tersebut mendapat serangan hack.

Ketika berita ini ditulis, apabila membuka halaman utama MySpace, pengguna akan disambut dengan pesan bertuliskan kalimat 'Kami telah merusak kode kami sendiri begitu parah, hingga anak kucing maupun anjing bisa dalam bahaya. Dimohon untuk kembali... Sekarang' yang tertera di pojok kiri atas situs.

Sementara itu, di pojok kanan bawah juga ada tulisan 'Sudahkan binatang peliharaan Anda dikebiri?' Di sementara di tab atas yang biasanya bertuliskan MySpace, kini telah diganti dengan kalimat 'Semuanya salah :( '.

Seperti yang dikutip dari situs Cnet, Jumat (12/8/2011), pihak MySpace hingga saat ini pun belum berkomentar terkait masalah ini.

Salah satu pengguna Twitter menyatakan bahwa situs jejaring sosial yang dulu pernah menjadi raja tersebut mungkin diserang oleh kelompok hacker Anonymous. Anggota dari Anonymous tersebut baru-baru ini juga menyatakan bahwa mereka akan menyerang Facebook pada bulan November. Bagaimanapun ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa kelompok tersebut tidak sepenuhnya sepakat untuk menyerang situs jejaring sosial raksasa tersebut.

Perusahaan media digital Specific Media baru saja membeli MySpace senilai USD35 juta dari News Corp akhir Juni lalu, setelah perombakan MySpace tidak kunjung menarik kembali pengunjung mereka yang disedot oleh Facebook.
»»  Read More

Telex, Software Penerobos Blokir Internet

WASHINGTON - Ilmuwan telah mengembangkan sebuah software baru yang memungkinkan pengguna untuk mengakses situs yang sudah diblokir.

Seperti yang dikutip dari New Kerala, Jumat (12/8/2011), ilmuwan telah mengembangkan software untuk mengakses situs yang sudah diblokir. Pendekatan ini menawarkan jalan pintas bagi pengguna internet terhadap sensor yang kadang diterapkan oleh pemerintah.

Software yang bernama Telex tersebut, dibuat oleh para ilmuwan di Universities of Michigan (Amerika Serikat) dan University of Waterloo (Kanada).

"Pemerintah yang represif biasanya secara agresif menyensor internet. Kini kami memberikan kepada pengguna kemampuan lebih dalam berbicara dan mengakses informasi di internet," ujar J. Alex Halderman, salah satu pengembang software Telex.

"Meskipun begitu, software ini membutuhkan dukungan dari negara-negara lainnya," tambahnya.

Halderman menjelaskan bahwa pengguna bisa menginstall software Telex dari beberapa situs. "Sementara bagi negara-negara yang sensor internetnya cukup ketat, maka mereka membutuhkan beberapa perangkat tambahan yang bernama Telex stations," jelasnya.

Software Telex akan menandai koneksi internet yang sedang berlangsung sebagai 'permintaan Telex' dengan memasukan kode rahasia ke header halaman yang dibuka. Akses tersebut memakai teknik khusus yang disebut sebagai 'public-key steganography'.

Penemuan baru ini dipresentasikan oleh para ilmuwan di USENIX Security Symposium di San Francisco, Amerika Serikat (AS).
»»  Read More

Anonymous: 5 November, Facebook Berakhir

CALIFORNIA - Grup hacktivist populer Anonymous melontarkan ancaman terbaru. Kali ini raja jejaring sosial Facebook yang menjadi target selanjutnya.

Anonymous mengklaim bahwa Facebook bertentangan dengan prinsip gerakan mereka dan menuding situs yang memiliki lebih dari 700 anggota itu menjual informasi penggunanya kepada pemerintah.

"Jika anda berniat menjadi hacktivist atau sekadar ingin menjaga kebebasan informasi, bergabunglah dengan kami dan 'matikan' Facebook demi privasi anda sendiri," demikian imbau Anonymous melalui rilisnya yang dikutip Cnet, Rabu (10/8/2011).

"Facebook telah menjual informasi kepada agensi-agensi pemerintah dan memberikan akses ke firma-firma keamanan sehingga mereka bisa memata-matai orang-orang di seluruh dunia," kecamnya lagi.

Anonymous mendambahkan bahwa beberapa firma keamanan ini ternyata bekerja untuk pemerintah otoriter seperti Mesir dan Suriah.

"Facebook adalah kebalikan dari gerakan Antisec. Anda tidak akan aman dari mereka (Facebook) atau pemerintah manapun. Suatu hari anda akan mengingat kembali hal ini dan menyadari bahwa kami telah melakukan hal yang benar, dan anda akan berterima kasih. Kami tidak ingin mencelakai anda, tapi kami justru menyelamatkan anda," pungkasnya.

Jika anda jeli, tanggal 5 November merupakan hari di mana warga Inggris mengenang Guy Fawkes, yang pernah meledakkan gedung Parlemen Inggris. Peringatan ini juga pernah ditampilkan dalam film Hollywood 'V For Vendetta', yang dibintangi Natalie Portman, di mana sang tokoh pemberontak menggunakan topeng Guy Fawkes seperti halnya anggota-anggota Anonymous.
»»  Read More

Griyaendras.com Targetkan Kenaikan Omzet 300%

JAKARTA - Toko online griyaendras.com menargetkan kenaikan omzet hingga mencapai 300 persen selama masa Ramadan hingga Lebaran tahun ini.

Usaha kecil menengah di sektor toko online tersebut menyediakan busana muslimah baik dewasa maupun anak-anak, baju anak, kerudung, dan perlengkapan muslim lainnya.

Pemilik www.griyaendras.com Endras Ismiyati mengakui di saat Ramadan cukup banyak konsumen yang berbelanja baju busa muslimah dan baju anak untuk keperluan ibadah puasa dan menyambut Lebaran.

“Kalau pada hari-hari biasa omzet kami biasanya rata-rata sekitar Rp25 juta per bulan, dan diharapkan naik 300% sepanjang bulan Ramadan saat ini,” ujarnya, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Kamis (4/8/2011).

Endras juga mengungkapkan www.griyaendras.com yang memiliki slogan 'tidak mahal tapi bukan murahan' tersebut sudah buka sejak dua tahun yang lalu dan sudah memiliki pelanggan di beberapa daerah di Jawa dan Luar Jawa.

Sekitar 75 persen pelanggannya memang masih didominasi pelanggan ritel, dan sisanya pelanggan grosir. Tapi dari sisi nilai omzet, kontribusi terbesar tetap datang dari pelanggan grosir.

“Selain busana muslimah, www.griyaendras.com juga menyediakan baju anak di mana pada saat puasa seperti saat ini banyak dicari orang, sementara suplai sudah sangat terbatas,” tuturnya.

Namun, www.griyaendras.com bertekad tidak menaikkan harga meski permintaan naik tajam, bahkan akan memberi potongan harga atau bonus menarik bagi pelanggan yang berbelanja lebih dari Rp500 ribu.

Griyaendras.com sendiri menawarkan barang-barang meliputi busana muslim beserta perlengkapannya seperti jilbab atau baju muslimah. Ada juga baju anak perempuan dan laki-laki, pakaian bayi, dan akesesoris. Saat ditanya mengapa memilih busana muslim, Endras menjawabnya jika peluncuran toko online tersebut dilakukan menjelang bulan puasa.

Tampilan di toko online ini sendiri cukup menarik dan memudahkan pembeli untuk memilih item yang diinginkan. Cukup sekali klik, seolah-olah pembeli seperti belanja di sebuah toko lengkap dengan keranjang belanjaanya.

"Melalui toko online seperti Griyaendras ini, pengguna akan dimudahkan apalagi mereka yang semakin malas ke luar rumah karena kemacetan yang sangat parah, terutama di ibu kota. Di daerah pedalaman di luar Jawa, misalnya, perdagangan online sangat bermanfaat karena di tempat tinggal mereka belum tentu ada yang menjual barang yang berkualitas dengan model terkini dan harga terjangkau," sebutnya.

Endras menuturkan pihaknya bekerja sama dengan layanan kiriman ekspres Tiki dan Tiki JNE dalam mengirimkan pesanan konsumen.

Dia juga menyebutkan prospek toko online di masa mendatang sangat besar, apalagi jumlah pengguna Internet tahun depan bisa mencapai 35 juta orang. Dengan perkiraan pertumbuhan omzet dari perdagangan online di Indonesia mencapai 10 persen tahun depan.
»»  Read More

Pengikut

 

Fan Page

Label